Monday, February 6, 2017

Jalan-jalan di Tebedu-Serawak-Malaysia : Sin Guan Tai dan Teh C





Tak lengkap rasanya jika kita mengunjungi suatu daerah tak kita nikmati makanan khasnya. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini Allah karuniakan kesempatan untuk menginjakkan kaki di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, Tebedu. Dua hal yang tidak terlewatkan ketika ke Tebedu adalah Toko  Sin Guan Tai dan Teh C
Sin Guan Tai
Sin Guan Tai adalah swalayan yang menjual produk-produk Malaysia untuk kebutuhan sehari-hari, seperti sabun mandi, shampoo, sabun cuci, gula, makanan, dan lain-lain. Saya sendiri ketika ke sana iseng-iseng beli gula untuk Teh C. Naluri emak-emak ketika memasuki swalayan muter-muter sana-sini, walaupun ngga selamanya belanja, yang penting lihat-lihat.Hehehe...
Gula untuk Teh C
Berjalan sedikit setelah Sin Guan Tai, kita akan ketemu dengan pasar kecamatan Tebedu. Di situ ada beberapa kios dan warung, salah satunya Ramadhan Cafe.
Di dalam Ramadhan Cafe

Ramadhan Cafe Tampak Depan
Berdasarkan rekomendasi dari teman yang mengantar saya, di warung ini ada minuman khas yang bernama Teh C. Apakah itu Teh C? Menurut saya semacam teh tarik sih. Namun rasanya khas. Minuman ini cocok diminum dalam kondisi panas maupun dingin. Teh C memiliki beberapa rasa, antara lain Teh C spesial gula apong, spesial pearl, dan spesial pandan. Waktu itu saya memilih untuk menikmati Teh C spesial gula apong. Nurut aja sama rekomendasi dari teman saya :). Oia satu gelas Teh C dibandrol harga RM 2.50, jika kita asumsikan satu RM sama dengan IDR 3.500 maka satu gelas teh c seharga IDR 8.750. Lumayan kan... Masalah rasa tidak diragukan lagi. Benar-benar mantap...
Teh C Spesial Gula Apong
Sebagai pelengkap minum teh C kita bisa menikmati juga makanan di sini. Waktu itu kita makan kueh tiaw goreng daging. Harga per porsinya RM 5.00 atau sekitar IDR 17.500. Rasanya juga makyus.... Selain teh C dan kueh tiaw di sini juga menyediakan makanan dan minuman lainnya, seperti ayam goreng, nasi goreng, coto makassar, juice,dan lain-lain. Dengan harga makanan paling mahal RM 5.00. Jadi jangan khawatir yaa.. Selamat mencoba...
Kueh Tiaw Spesial Daging

Tuesday, January 17, 2017

Kuliner khas Bangkok : Mango Sticky Rice dan Thai Coffee




Ketika kita jalan-jalan ke suatu tempat yang baru pertama kita kunjungi, salah hal yang tidak boleh dilewatkan adalah berburu makanan khas daerah tersebut. Jika ke Jogja, makanan yang tidak boleh dilewatkan adalah gudeg. Jika ke Palembang maka ada empek-empek. Dan ketika ke Bangkok kuliner yang ngga terlewatkan adalah Mango Sticky Rice dan Thai Coffee. Data ini sesuai pengalaman pribadi saya. Hehehe. 

Mango Sticky Rice
Apa sih mango sticky rice? Mango Sticky Rice adalah buah mangga dimakan dengan ketan dan susu kental manis. Makanan ini banyak sekali kita jumpai di Bangkok. Terutama di tempat-tempat yang menjual makanan alias pujasera-pujasera di depan mall atau pusat perbelanjaan atau bisa juga di pinggir-pinggir jalan. Rasanya mankyus, manis enak :D. Waktu itu saya beli di depan Platinum Plaza. Harganya 150 baht atau sekitar Rp 60.000,-. Hihihi lumayan juga yaa...

Thai Coffee
Selain menikmati mango sticky rice, kemaren juga menikmati thai coffee dingin yang dibeli di Asiatique Night Market. Harganya 35 baht atau sekitar Rp 14.000,- untuk yang regular dan 45 baht atau sekitar Rp 18.000,- untuk yang jumbo. Seger banget dinikmati di malam hari yang panas... Oia tentang Asiatique Night Market in syaa allah nanti akan diceritakan secara terpisah :)